
Program Studi S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon (FIKes UMC) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset melalui keberhasilan dosen yang lolos pendanaan Program Penelitian Tahun Anggaran 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek RI).
Pendanaan ini diraih melalui Skema Penelitian Dosen Pemula dengan mengangkat berbagai topik strategis di bidang gizi masyarakat dan gizi klinik yang relevan dengan permasalahan kesehatan nasional.

Salah satu penerima pendanaan adalah Nur Khoiriyah, S.Gz., M.Si, dosen S1 Gizi UMC, yang bertindak sebagai Ketua Peneliti dengan judul penelitian “Pengaruh Media Edukasi Food Model Dua Dimensi terhadap Literasi Label Gizi dan Pemilihan Makanan Sehat Remaja.” Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja terhadap informasi label gizi melalui media edukasi inovatif, sehingga mampu mendorong perilaku pemilihan makanan yang lebih sehat.

Selain itu, Ari Yulistianingsih, S.Gz., M.Gizi turut berkontribusi sebagai Anggota Peneliti dalam penelitian berjudul “Hubungan Defisiensi Vitamin D dengan Penyakit Arteri Perifer pada Pasien Gagal Ginjal Kronik.” Penelitian ini mengkaji keterkaitan status vitamin D dengan komplikasi vaskular pada pasien gagal ginjal kronik sebagai upaya penguatan pendekatan preventif dan klinis berbasis gizi.

Pendanaan juga diraih oleh Mahfuzhoh Fadillah Heryanda, S.Gz., M.Gz, dosen S1 Gizi UMC, sebagai Ketua Peneliti dengan judul “Konvergensi Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Holistik Integratif Berbasis Pangan Lokal di Kabupaten Cirebon.” Penelitian ini menitikberatkan pada pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi berkelanjutan dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui pendekatan holistik dan integratif.
Keberhasilan para dosen S1 Gizi UMC dalam memperoleh pendanaan penelitian ini menjadi bukti nyata peran aktif sivitas akademika dalam mengembangkan riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Universitas Muhammadiyah Cirebon terus mendorong dan mendukung dosen untuk aktif dalam penelitian sebagai bagian dari upaya penguatan tridarma perguruan tinggi dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional di bidang kesehatan dan gizi.
